DI KOTA NARA KAMI MENDAPATKANNYA BERSAMA MORO SEIKI

Melalui program Energi Terbarukan dan Tak Terbarukan (Renewable and Unrenewable Energy) tahun 2007, Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bandung melalui Ketua Jurusan Teknik Mesin memutuskan untuk menyiapkan diri dalam proses pembuatan Impeller Turbin. Impeller adalah sebuah alat yang nantinya akan berfungsi sebagai pembangkit gerakan putar mekanik poros dari energi potensial air. Generator atau Impeller juga dapat difungsikan sebaliknya yaitu sebagai alat penggerak fluida baik air maupun udara dalam bentuk pompa/turbin. Impeller dapat dijumpai dalam bentuk terintegrasi utuh (Gbr.1) atau juga bentuk rakitan seperti terlihat pada (Gbr.2), kedua bentuk ini adalah gambaran umum dari impeller. Teknologi pembuatan impeller pada umumnya memerlukan kajian ilmiah yang sangat kompleks dari bentuk sudu, sudut sudu dan kurva momentum dari energi air untuk sudu yang nantinya akan menentukan kemampuan impeller yang dimaksud.

Pembuatan rancangan awal dari impeller memerlukan software CAD/CAM/CAE yang digunakan untuk menentukan bentuk geometri impeller yang akan dibuat dan juga analisis dari struktur impeller, penanganan

softwarenya sendiri tentu memerlukan kemampuan yang tidak sederhana. Untuk maksud tersebut maka Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bandung pada tanggal 24 hingga 29 Desember 2007 menugaskan staf pengajar dari Lab CNC CAD-CAM yang terdiri dari : Ir. Ishak N.G., Waluyo M.B., SST, Rudy Y.W., M.Sc., Rodian S., BSMET., Deni M, SST untuk mengikuti training di pabrik Mori Seiki Jepang, tepatnya di kampus Nara II, dimana mesin jenis yang sama kelak akan berada di kampus Politeknik Negari Bandung. Mesin yang dimaksud adalah NMV500DCG (Gbr.3) yaitu mesin CNC 5 axis dengan kontrol Fanuc generasi terbaru yaitu MSX-711 III (Mori Seiki version) dengan working area ;

Ø X 730 mm

Ø Y 510 mm

Ø Z 510 mm

Ø B +160o -180o 50 RPM max

Ø C 360o 1200 RPM m

Perjalanan

Kami tiba di Kansai Airport Osaka pada hari minggu tanggal 23 Desember 2007 jam 04.00 subuh, dan langsung dibawa Tsukasa Kikutani San ke penginapan di kota NARA untuk beristirahat dan menghilangkan kepenatan akibat perjalanan yang memakan waktu sekitar 8 jam. Perbedaan waktu Osaka dan Bandung adalah 2 jam lebih awal, seharian kami berusaha menyesuaikan diri dengan waktu dan juga jenis makanan yang disajikan. Training dimulai pada hari berikutnya yaitu senin 24 Desember 2007.

Training.

Hari pertama, 24 Des 2007

Dimulai dengan tour plant ke Kampus IGA dipandu oleh Kenji Fukuda San kami disambut oleh Vice President Hiroshi Mizuguchi San, Managing Director Hiraku Nakata San dan Senior Adviser Yoshitsugu Shigeta San, tour di IGA kampus berakhir jam 15.00, kemudian dilanjutkan ke kampus NARA I dan kampus NARA II dimana kami bertemu dengan instruktur kami dan diberikan material penunjang training, instruktur kami;

1. Yoshimi Hayashi San

2. Kanji Matsui San

3. Toshiaki Nakazono San

Hari kedua, 25 Des 2007

Training hari kedua dimulai dengan indentifikasi peserta training sampai jam 10.00. Training berjalan dari hal yang mendasar seperti pengajaran mesin perkakas NC yang biasa kami berikan pada mahasiswa.

Hari ketiga. 26 Des 2007

Training hari ketiga training dibuka dengan model CBSA yakni cara belajar siswa aktif membaca buku programming manual dari hal 97 hingga 189 yang nyatanya berisi tentang parameter untuk siklus, radius kompensasi, sub-program dan threading. Akhirnya kami para peserta memberikan ide jika pelatihan dikonsetrasikan pada Aplikasi Pemrograman 5 axis agar tidak banyak waktu yang terbuang, mengingat waktu yang tersedia sangat pendek. Disepakati pembuatan program pada hari berikutnya.

Hari keempat. 27 Des 2007

Training hari keempat dimulai dengan membuat contoh program hingga selesai pada jam rehat jam 12.30, setelah rehat para instruktur membawa kami untuk memasukan data/program secara manual (MDI) pada mesin sekalian pula diinformasikan fasilitas fitur-fitur mesin dan menggunakannya tetapi ada hal yang mereka tidak informasikan pada kami yaitu bagaimana cara mengirim program secara peer to peer, seperti cara menghidupkan mesin, memasang dan melepas Tools. Kami mencoba untuk bekerja mempersiapkan mesin untuk proses cutting berdasarkan program yang telah dibuat. Dan ada informasi pada kami bahwa tiket pesawat kami untuk pulang belum confirm untuk tanggal 29 Des 2007.

Hari kelima 28 Des 2007

Hari kelima training latihan membuat program seperti yang direncanakan hari sebelumnya, bentuk program yang dibuat adalah bentuk latihan standar yang ada di Politeknik dengan kombinasi pembuatan cekungan berbentuk parabola 3 dimensi. Namun fungsi G43.4 TCP (Radius kompensasi untuk 3 D) tidak berfungsi, sehingga fungsi 3D machiningnya tidak nampak, jam 16.30 pemberian sertifikat dasar pemrograman untuk peserta.

Hari keenam 29 Des 2007

Hari keenam diisi dengan kegiatan mengenal kota NARA dan sekitarnya dengan mengunjungi beberapa tempat wisata seperti NARA City Park, DAIJI temple dimana didalamnya terdapat replika patung budha terbesar di Jepang dengan kondisi gelap gulita didalamnya hingga masuk waktu magrib dengan temperature 9oC.

Hari terakhir 30 Des 2007 di NARA city Jepang, take off jam 11.00 waktu setempat dari Kansai Airport dengan menggunakan maskapai SQ 626 menuju Singapura, dikarenakan delay 3 jam dari rencana semula, kami baru tiba di Jakarta jam 21.00.

0 Responses to “DI KOTA NARA KAMI MENDAPATKANNYA BERSAMA MORO SEIKI”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: